Di jaman modern saat ini masyarakat sudah bisa melakukan berbagai jenis usaha untuk mencari rezeki. Salah satu usaha yang saat ini menjadi pilihan adalah usaha di dunia maya atau melalui internet.

Internet sebagai jembatan atau sarana dalam usaha memang sangat membantu. Terbukti hampir setiap orang yang ada di dunia ini sudah memakai akses jaringan internet melalui perangkat komputer maupun smartphone.

Berbicara mengenai bisnis atau usaha di dunia maya sebenarnya ada banyak sekali. Dan disini situsĀ What are Penny Stocks akan menyajikan sebuah ulasan menarik mengenai artikel forex malaysia. Baik, langsung saja kita simak bersama-sama.

Forex Malaysia

Forex merupakan bisnis mata uang valuta asing atau biasa dikenal dengan sebutan Foreign Exchange. Masyarakat di negara kita Indonesia sendi lebih gampang menyebutnya dengan trading forex.

Dari segi nama bisnisnya sendiri sudah dapat kita ketahui kesimpulannya bahwa trading forex dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat di dunia dan menggunakan berbagai jenis mata uang dari negara yang berbeda seperti contoh EURO dan USD.

Pendapat Negara Malaysia Tentang Forex

Banyak orang yang mengatakan bahwa trading forex adalah bisnis haram. Di negara Malaysia sendiri sudah sering terjadi perdebatan tentang masalah halal dan haramnya bisnis ini karena ada yang setuju haram dan tidak.

Dengan adanya polemik ini maka menurut sumber yang terpercaya mengatakan bahwa ulama negara Malaysia sudah mengeluarkan sebuah keputusan yaitu melarang setiap warga negara Malaysia yang beragama islam untuk melakukan trading forex.

Para ulama tersebut menilai bahwa perdagangan valas asing atau trading forex tidak sesuai dengan hukum islam yang ada. Dewan ulama tersebut juga mengatakan bahwa masih diperbolehkan jika trading forex atau perdagangan valas dilakukan antar bank, akan tetapi untuk individu tidak diperbolehkan karena dirasa akan menimbulkan salah keyakinan.

Sedangkan di negara Indonesia sendiri sistem perdagangan valuta asing atau trading forex ini diperbolehkan oleh MUI (majelis ulama indonesia) karena masih dianggap sesuai dengan ajaran islam dan masih dianggap bentuk tunai. Nah, disini dapat kita simpulkan bahwa setiap negara memiliki aturan yang berbeda-beda dan itu memang hak setiap negara.